Arab Saudi, cnwbanten.id – Konsorsium Saudi-Tiongkok, yang melibatkan Saudi Arabia Railways dan China Civil Engineering Construction Company (CCECC), didukung oleh Al-Ayuni Contracting dari pihak lokal, akan membangun kereta cepat Land Bridge.
Jalur ini akan menghubungkan Jeddah di Laut Merah dengan Dammam di Teluk Arab melewati ibu kota Riyadh, membentang sepanjang 1.500 kilometer.
Deretan perusahaan internasional juga ikut terlibat, di antaranya Systra, Thales, WSP, Hill International (AS), Italferr (Italia), dan Sener (Spanyol).
Land Bridge digagas sejak 2004, sempat mandek pada 2010, lalu dihidupkan kembali pasca kunjungan Presiden Xi Jinping ke Riyadh pada 2022 yang memperkuat kerja sama ekonomi Saudi-Tiongkok.
Kini, investasi langsung Tiongkok di Arab Saudi telah menembus US$8,2 miliar pada 2024, naik 29% dari tahun sebelumnya. Bahkan, total investasi baru Tiongkok di kerajaan pada 2023 mencapai US$16,8 miliar, mayoritas di sektor energi, manufaktur, dan logistik.
Kereta cepat ini akan memangkas waktu tempuh Jeddah-Riyadh dari 12 jam menjadi kurang dari 4 jam.
Land Bridge menjadi salah satu proyek strategis dalam Saudi Vision 2030, cetak biru besar transformasi ekonomi yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Melalui proyek ini, jaringan kereta Arab Saudi akan meluas dari 5.300 km menjadi lebih dari 8.000 km, menjadikan kerajaan sebagai pusat logistik dan transportasi utama di Timur Tengah.
Lebih dari sekadar rel baja, Land Bridge menjadi simbol revolusi infrastruktur Arab Saudi. Proyek ini diperkirakan menghemat US$4,2 miliar per tahun dalam biaya transportasi dan membuka 200 ribu lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung.
Pekerjaan proyek mencakup pembangunan jembatan, terowongan, dan sistem persinyalan canggih, dengan standar internasional guna memastikan keamanan dan efisiensi operasional. (*/st)
