Salam Kenal, Mang Uding

KOLOM Mang Uding hadir. Mulai Kamis 9 Oktober 2025. Kolom ini akan berisi tulisan ringan seputar negeri ripah loh jinawi yang keluar secara spontan dari kepala Mang Uding. Isi kepalanya lumayan banyak. Ada yang menilai ia cerdas. Tapi, terkadang terkesan sok tahu.

Mang Uding begitu konsen mengikuti dinamika dan peristiwa yang terjadi di negaranya. Indonesia. Tak jarang, ia memberi pernyataan kritis, bahkan cacian. Semua itu disampaikannya ketika ia sedang kongkow bareng para sahabatnya. Sambil ngopi di warung pinggiran. Di teras rumah. Atau bahkan saat sedang melamun.

Mang Uding adalah panggilan para sahabatnya. Nama lengkapnya, Udin Saepudin Filantropi.

Nama dari pemberian orangtuanya sejak lahir adalah Udin Samsudin. Filantropi yang ada di belakang namanya adalah tambahan keseharian dari para sahabatnya, antara lain Nusi, Aceng, Fai, Muhsin, dan lainnya.

Filantropi di belakang namanya memiliki makna sesuai jati dirinya. Yakni, bertindak atas rasa cinta kasih, murah hati terhadap sesama. Tak perhitungan dalam soal waktu, tenaga, dan juga harta, uang, dan kekayaan.

Ringan tangan, membantu orang seperti menjadi salah satu hobinya. Prinsipnya, berbuat yang terbaik untuk orang lain.

Mang Uding punya kebiasaan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Tujuannya silaturahmi. Sambil bisnis kecil-kecilan.

Mang Uding punya perawakan sedang. Tinggi badannya kira-kira 155 centimeter lebih dikit. Rambutnya lurus, kadang jingkrak. Kulitnya agak kecoklat-coklatan.

Bicaranya irit bin hemat. Ia tidak banyak bicara. Lebih banyak bekerja. Kalau Anda punya ciri-ciri seperti ini, yakinlah itu hanya kebetulan.

Mang Uding punya cita-cita tidak setinggi langit. Hanya setinggi pagar rumah orang kaya. Maklum, pekerjaannya pun serabutan.

Usianya dibilang muda, tidak juga. Disebut tua pun, pasti banyak yang tidak percaya. Tergantung menilainya dari wajah sebelah mana. Kalau mau tahu secara pasti, kita harus mengecek KTP atau akta kelahirannya.

Mang Uding sangat menutupi dokumen pribadinya itu. Ia hanya memastikan bahwa KTP dan akta kelahirannya asli. Keluaran Disdukcapil Kabupaten Tangerang.

Ia sudah menikah. Beranak satu. Perempuan yang usianya sekitar 9 tahun. Masih duduk di bangku sekolah dasar.

Meski tak banyak bicara, ia dikenal aktif di berbagai organisasi lingkungan, sosial, maupun politik. Ia tercatat sebagai salah satu kader partai. Sudah cukup lama ia berkecimpung di partai itu.

Namun, ia tak pernah terbersit sedikit pun untuk tampil sebagai salah satu calon anggota legislatif. Bukan hanya karena ia tak punya modal. Tapi, karena ia takut terpilih dan mengalahkan caleg lainnya. “Ada perasaan tidak enak kalau saya menang. Karena itu adalah sebuah tindakan mengalahkan lawan sekaligus teman,” begitu kira-kira alasannya.

Selamat membaca dan menyimak Kolom Mang Uding ini. Silakan beri komentar dan lainnya. Jadikan Kolom Mang Uding ini sebagai hiburan, edukasi, informasi, dan lainnya.

Saat membaca, jangan lupa sediakan kopi atau teh hangat. Lebih joss lagi kalau ada sebatang rokok dan gorengannya. Salam Kenal, Mang Uding.(*)

Bagikan