Jakarta, cnwbanten.id – Hingga malam ini, aparat kepolisian baik dari Bareskrim Polri, Densus 88 dan juga dari CPM masih melakukan penjagaan dan pemeriksaan intensif di depan SMA Negeri 72 Jakarta Utara pasca adanya ledakan yang terjadi pada Jumat siang (7/11/2025).
Ledakan ini terjadi di SMAN 72 Jakarta Jalan Prihatin Kelurahan Kelapa Gading Jakarta Utara, sekira pukul 12.30 WIB, saat sedang ibadah salat Jumat.
Diceritakan saksi yang berinisial I. Ia mendengar suara dua kali ledakan dan juga adanya kaleng minuman dengan sumbu serta sebuah remot kecil.
Saksi yang merupakan siswa kelas X SMAN 10 menyampaikan bahwa ledakan pertama terdengar saat khutbah berlangsung. Ledakan ini sangat keras hingga terdengar ke musala lantai tiga SMAN 12.
“Saya berasa di teras karena musala penuh,” kata I kepada wartawan.
Saat ledakan, dirinya melihat asap mengepul dan kaca-kaca musala juga pecah. Melihat hal tersebut siswa yang sedang mendengarkan khutbah langsung berhamburan menyelamatkan diri.
Saat siswa berhamburan dan menyelamatkan diri, kembali terdengar ledakan kedua dari arah kantin. Saat itu, korban mulai terlihat dan ada yang dipapah keluar dan menuju ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sambil menunggu ambulans.
Dalam kondisi tersebut, I mengaku diminta untuk mengevakuasi korban oleh seorang guru. Saat itu dirinya sempat ditanya seorang tentara yang masuk ke area sekolah untuk membantu evakuasi korban.
Lalu tentara tersebut bertanya kepada dirinya apakah mengenalnya, sambil menunjuk korban yang tergeletak dan di dekatnya ada senjata laras panjang mainan. Serta kaleng yang dimodifikasi ada sumbu.
Diketahui bahwa yang tergeletak adalah ZA, siswa kelas XII yang sering menjadi korban bullying.
“Dia anak yang pendiam dan sering dibully teman temannya,” ujarnya.
